Parenting

Penyebab Anak Tidak Mau Terbuka Pada Orangtua

Anak biasanya cenderung senang bercerita pada orang disekelilingnya mengenai berbagai hal yang baru diketahuinya. Namun kenyataannya, tidak semua anak meanak yang tertutupmiliki sifat yang terbuka seperti ini. Ada beberapa anak yang justru lebih suka memendam semua hal yang diketahui atau dirasakannya sendiri, tanpa mengungkapkannya pada orang lain disekitarnya, termasuk pada orangtuanya sendiri. Biasanya, kita akan menyebut anak ini sebagai anak yang tertutup.

Sikap tertutup terhadap lingkungan sekitar ini bisa terjadi pada anak usia berapapun. Sikap tertutup ini, masih bisa dianggap wajar jika anak masih mengungkapkan beberapa asalahnya pada orangtua atau temannya, dan memilih untuk menyembunyikan beberapa masalahnya. Namun, jika anak sama sekali tidak mau terbuka tentang semua hal yang ada disekitarnya, terutama pada orangtuanya, hal ini harus diwaspadai.

Ada beberapa hal yang dapat menyebabkan anak tidak mau membuka diri pada oranglain:

  • Pengabaian

Pada dasarnya, setiap orang senang dan butuh mendapatkan pengakuan dari lingkungan sekitar. Aktif mengajak anak berkomunikasi sejak masih kecil adalah salah satu bentuk pengakuan orangtua terhadap keberadaan anak. Sayangnya, tidak semua orangtua melakukan hal tersebut. Ketika seorang anak tidak mendapatkan pengakuan tersebut, maka anak akan mencari lingkungan baru yang bisa memberikan apa yang dibutuhkannya. Akibatnya, anak akan menjadi tertutup pada orangtuanya dan lebih terbuka pada lingkungan yang mengakui keberadaannya. Namun, jika anak tidak menemukan lingkungan yang mengakui keberadaannya, anak akan menjadi pribadi yang sangat tertutup terhadap keluarga maupun lingkungan sekitarnya. Anak akan lebih memilih memendam semua hal yang dialami atau dirasakannya, karena merasa tidak ada seorangpun yang akan memedulikannya.

  • Tekanan orangtua

Orangtua yang terus menerus menekan anak untuk memenuhi semua keinginan orangtua, bisa menjadi salah satu penyebab anak merasa tidak nyaman sehingga lebih tertutup pada orangtuanya. Selain itu, jika orangtua sering melakukan kekerasan (memukul, membentak, dan sebagainya) di depan anak, hal ini juga bisa membuat anak merasa takut pada orangtua, yang akhirnya membuatnya takut untuk mengungkapkan berbagai hal pada orangtuanya.

  • Bully

Berbagai macam ejekan atau kalimat yang merendahkan anak, dapat membuat anak menjadi merasa rendah diri dan tertutup. Hal ini semakin diperparah, jika yang mengatakan kalimat merendahkan ini adalah orangtua, misalnya menyebutkan anaknya sebagai anak yang bodoh, atau sebagainya.

Tentunya masih banyak hal lain yang mungkin secara tidak langsung dapat menyebabkan anak menjadi tidak mau terbuka pada oranglain. Mengetahui berbagai penyebab ini, akan membantu orangtua mengatasi masalah anak tertutup ini. (Vita)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s